Policy Brief

Policy Brief, Vol. 1, No. 1, Mei 2018

Sekilas:
Perkembangan Utang Luar Negeri Indonesia dan Pengelolaannya~Isu utang kembali muncul setelah dipublikasikannya jumlah kumulatif utang Indonesia yang mencapai Rp4.034,8 triliun. Pemerintah menegaskan posisi utang tersebut masih dalam batas aman karena klaim kemampuan pemerintah untuk membayar utang masih kuat, rasionya terhadap Pendapatan Domestik Bruto (PDB) masih dapat dikontrol (kisaran 29,24%), dan utang diajukan masih dalam batas-batas yang diatur dalam UU No. 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara, yakni 60% dari nilai PDB. Indonesia telah melakukan utang luar negeri sejak jaman orde lama, orde baru, dan orde reformasi sehingga jumlah utang saat ini merupakan akumulasi. Peningkatan utang luar negeri Indonesia bahkan pernah mengalami trauma pada saat krisis ekonomi tahun 1998. Dampaknya terhadap pembengkakan jumlah utang akibat anjloknya kurs rupiah terhadap mata uang asing terutama dolar AS begitu kuat sehingga bunga utang terus meningkat setiap tahun. Aspek lain terkait penggunaan utang yang tidak tepat sasaran dan mengalami kebocoran juga berimplikasi serius pada beban fiskal. Merujuk pada pengalaman tersebut dan rambu-rambu aturan keuangan negara, pengawasan DPR RI terhadap pengelolaan utang luar negeri dan penggunaanya merupakan bagian penting yang harus terus dikawal dalam proses pembahasan APBN.~Mandala Harefa, S.E., M.Si.

← Sebelumnya 1 Selanjutnya →