Info Singkat

Vol. XI / No. 3 - Februari 2019

Penulis: Prianter Jaya Hairi, S.H., LLM.

Abstrak:
Data tiga tahun terakhir (2016-2018) menunjukkan peningkatan signifikan kasus-kasus terkait ujaran kebencian. Hal ini menandakan bahwa penanggulangan tindak pidana ujaran kebencian belum begitu berhasil, karena efektivitas hukum pidana memang tidak bisa diukur dari banyaknya pelaku yang tertangkap. Penanggulangan tindak pidana ujaran kebencian ke depan harus dilakukan secara lebih komprehensif, tidak hanya menggunakan sarana penal secara represif, melainkan perlu langkah-langkah baru yang lebih bersifat preventif melalui sarana non penal. Tulisan ini mengkaji langkah ideal yang dapat dilakukan dalam upaya penanggulangan tindak pidana terkait ujaran kebencian. Indonesia dapat mencontoh Masyarakat Uni Eropa (EU) yang telah melakukan kerja sama dengan platform media sosial, agar dapat berkomitmen membantu pemerintah dalam menanggulangi masalah konten ilegal di media sosial. Selain itu, kerja sama perlu terus dibangun oleh pemerintah dengan tokoh-tokoh masyarakat dan agama, termasuk sosialisasi ke lembaga pendidikan untuk menekan potensi terjadinya tindak pidana ini.

Penulis: Dra. Adirini Pujayanti, M.Si.

Abstrak:
Krisis yang terjadi di Venezuela saat ini, selain telah memperburuk kondisi negara tersebut, juga telah melahirkan dua kepemimpinan. Pertentangan dua kepemimpinan antara Nicholas Maduro dan Juan Guaido menguat karena adanya intervensi politik asing di Venezuela. Akibat krisis politik di Venezuela, sejak 2015 telah terjadi eksodus rakyat Venezuela ke negara-negara tetangganya. Telah terbentuk pula dua kubu internasional dalam menyikapi krisis politik di Venezuela. Amerika Serikat (AS) berupaya menempatkan krisis politik Venezuela sebagai masalah internasional di Dewan Keamanan (DK) PBB. Namun setiap tindakan DK PBB yang bertujuan mengatasi krisis Venezuela mendapat veto Rusia dan China. Sebagai Anggota Tidak Tetap DK PBB, Indonesia berupaya mencari solusi damai atas krisis yang terjadi di Venezuela dengan meminta kedua pihak yang berkonflik untuk menahan diri. Tulisan ini akan menganalisis respons internasional terhadap krisis politik yang terjadi di Venezuela dan bagaimana Indonesia harus menyikapinya.

Penulis: Rahmi Yuningsih, S.K.M., M.K.M.

Abstrak:
Peningkatan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) setiap tiga tahun sekali kembali terjadi pada Januari 2019. Jumlah kasus selama bulan Januari 2019 sebanyak 15.132 kasus, dengan 145 orang meninggal dunia yang tersebar di 34 provinsi. Sejumlah daerah menetapkan status kejadian luar biasa (KLB). DBD merupakan penyakit yang erat kaitannya dengan perilaku masyarakat dalam memelihara lingkungan yang bersih dan sehat, sehingga upaya penanggulangan KLB DBD akan efektif jika dilakukan melalui pendekatan pemberdayaan masyarakat sebagai bagian dari upaya promosi kesehatan. Tulisan ini mengkaji pemberdayaan masyarakat dalam Gerakan Satu Rumah Satu Jumantik (Juru Pemantau Jentik) yang sejak tahun 2016 gencar disosialisasikan. Namun gerakan tersebut hanya berlandaskan Surat Edaran Menteri Kesehatan yang tidak memiliki kekuatan hukum, sehingga gerakan pemberdayaan masyarakat dalam penanggulangan penyakit menular perlu diatur dalam revisi Undang- Undang Nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular.

Penulis: Rasbin, S.Tp., M.S.E.

Abstrak:
Kinerja perdagangan 2018 mengalami defisit sebesar US$8,57 miliar, merupakan rekor terburuk dalam sejarah perdagangan Indonesia. Tulisan ini memaparkan penyebab defisit neraca perdagangan 2018 dan upaya serta tantangan dalam memperbaiki kinerja perdagangan Indonesia pada 2019. Tingginya defisit neraca perdagangan 2018 disebabkan oleh tingginya defisit sektor migas sebesar US$12,4 miliar. Surplus neraca perdagangan nonmigas yang biasanya dapat menutupi defisit sektor migas justru mengalami penurunan surplus, hanya US$3,84 miliar. Agar kinerja perdagangan 2019 dapat membaik, diperlukan upaya perbaikan yang serius, antara lain menciptakan iklim investasi migas yang berkualitas, implementasi Program B20, diversifikasi pasar, dan mendorong investasi pada sektor ekonomi berorientasi ekspor. Namun, pemerintah juga harus memperhatikan hal-hal berikut: perlambatan ekonomi dunia, perang dagang China–Amerika Serikat, penurunan harga komoditas utama Indonesia, lonjakan harga minyak dunia, dan fluktuasi nilai tukar. DPR harus menjalankan fungsi pengawasannya agar upaya memperbaiki kinerja perdagangan yang dilakukan oleh pemerintah dapat berjalan efektif sehingga dapat memperbaiki kinerja perdagangan tahun 2019.

Penulis: Drs. Ahmad Budiman, M.Pd.

Abstrak:
Debat calon presiden (capres) tahap pertama telah dilaksanakan dengan berbagai catatan penting yang intinya menekankan kegiatan debat capres belum efektif. Hal ini terlihat dari hasil penelitian yang dilakukan setelah debat dan dari tanggapan netizen. Secara normatif, kegiatan debat capres sangat penting dalam meningkatkan partisipasi pemilih dalam Pemilu tahun 2019, terutama pemilihan presiden (Pilpres). Tulisan ini mengkaji tentang efektivitas debat capres dalam rangka peningkatan partisipasi pemilih pada Pilpres tahun 2019. Debat capres memiliki pengaruh terhadap pengetahuan dan sikap politik masyarakat, sehingga bila dikelola dengan baik akan mampu meningkatkan partisipasi pemilih pada Pilpres tahun 2019. Untuk itu KPU dan pasangan capres perlu terus meningkatkan kualitas penyusunan dan penyajian pesan, agar debat capres berikutnya dapat berlangsung lebih efektif. DPR melalui fungsi pengawasan dapat meningkatkan pengawasan untuk melihat efektivitas pelaksanaan debat dalam rangka peningkatan angka partisipasi pemilih pada Pemilu 2019.

Vol. XI / No. 1 - Januari 2019

Penulis:

Abstrak:


Vol. XI / No. 2 - Januari 2019

Penulis: Marfuatul Latifah, S.H.I., Ll.M.

Abstrak:
Pemerintah Indonesia perlu melakukan terobosan baru dalam penanggulangan tindak pidana narkotika, sebab saat ini jumlah narapidana (napi) penyalahguna narkotika mencapai 30% dari seluruh penghuni Lembaga Pemasyarakatan (Lapas). Beberapa negara telah melakukan terobosan dengan mendekriminalisasi penyalahguna narkotika. Tulisan ini mengkaji apakah dekriminalisasi penyalahgunaan narkotika dapat menjadi salah satu solusi efektif dari permasalahan penyalahgunaan narkotika. Berdasarkan pembahasan, tindak pidana penyalahgunaan narkotika sudah memenuhi kriteria untuk didekriminalisasi, sebab biaya penegakan hukum yang dikeluarkan tidak sesuai dengan hasil yang diinginkan, membebani aparat penegak hukum, dan menghalangi cita-cita bangsa dalam perang melawan narkotika. Dekriminalisasi juga dapat mengurangi over-crowded di Lapas. Indonesia dapat melakukan dekriminalisasi penyalahgunaan narkotika dengan mempertegas ketentuan yang mengatur mengenai perbedaan antara penyalahguna, pengedar, dan bandar narkotika serta memperbaiki tata cara pemberian rehabilitasi melalui pembahasan RUU tentang Narkotika dan Psikotropika.

Penulis: Sita Hidriyah, S.Pd., M.Si.

Abstrak:
Penutupan layanan pemerintahan atau government shutdown pemerintahan Amerika Serikat (AS) menjadi penutupan terpanjang dalam sejarah pemerintahan AS. Shutdown dilakukan oleh beberapa instansi pemerintah dan masih belum diketahui akan berlangsung hingga kapan. Presiden Donald Trump seolah ingin mewujudkan janji kampanyenya dalam pembangunan perbatasan guna menangkal pendatang gelap. Jalan buntu yang dialami AS dirasa akan menjadi ujian bagi Trump karena menimbulkan kerugian bagi rakyatnya. Adanya implikasi baik internal maupun eksternal menyimpulkan, jika shutdown lebih banyak menciptakan masalah-masalah baru. Oleh karenanya pemerintah AS diharapkan dapat menghentikan government shutdown sehingga kerugian tidak semakin besar serta memberi pengaruh pada hubungan global. Tulisan ini mengkaji implikasi government shutdown terhadap pelaksanaan pemerintahan AS.

Penulis: Sri Nurhayati Qodriyatun, S.Sos., M.Si.

Abstrak:
Longsor merupakan salah satu bencana alam berisiko tinggi yang sering terjadi di Indonesia ketika musim hujan tiba. Berdasarkan laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Badan Geologi Kementerian ESDM, bulan Januari 2019 berisiko tinggi timbulnya bencana longsor. Perlu mitigasi bencana untuk mengurangi risiko dampak yang akan ditimbulkan. Tulisan ini mengkaji bagaimana mitigasi bencana longsor selama ini dilakukan. Berbagai kondisi memperlihatkan mitigasi bencana longsor belum menjadi perhatian pemerintah daerah dan masyarakat. Pemanfaatan tata ruang yang tidak konsisten di daerah menjadi salah satu pemicu bencana longsor. Untuk itu, DPR perlu mendesak pemerintah menindak tegas terhadap penyalahgunaan ruang yang merusak lingkungan. Selain itu, diharapkan pemerintah daerah memperhatikan peta rawan bencana yang telah dikeluarkan oleh Badan Geologi Kementerian ESDM dalam pemanfaatan ruang di wilayahnya.

Penulis: Ari Mulianta Ginting, S.E., M.S.E.

Abstrak:
Bank Dunia memproyeksikan akan terjadi penurunan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Gejolak risiko eksternal merupakan faktor dominan penghambat pertumbuhan ekonomi Indonesia. Tulisan ini mengkaji tantangan dan prospek perekonomian Indonesia di tengah perlambatan pertumbuhan ekonomi global. Faktor risiko eksternal tersebut adalah perlambatan pertumbuhan ekonomi global yang berdampak pada perlambatan perdagangan, kenaikan suku bunga The Fed, dan volatilitas harga minyak bumi. Kondisi ini memerlukan strategi dan kebijakan untuk mitigasi risiko ketidakpastian perekonomian global. Strategi yang dapat dilakukan oleh pemerintah menurut penulis antara lain perbaikan iklim usaha, perubahan struktur ekonomi nasional, diversifikasi pasar ekspor dan peningkatan kandungan lokal dalam bahan bakar minyak. Selain itu, Bank Indonesia perlu melakukan tindakan antisipatif terhadap kenaikan tingkat suku bunga The Fed dengan menaikkan 7-day Repo Rate. DPR RI perlu menjalankan fungsi pengawasan terhadap pemerintah untuk memastikan bahwa bauran kebijakan ini dilakukan, sehingga risiko ketidakpastian perekonomian global tidak mempengaruhi target pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2019.

Penulis: Dewi Sendhikasari Dharmaningtias, S.Ip., Mpa

Abstrak:
Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) secara resmi telah menghapus jalur Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2019. Hal ini dikarenakan maraknya SKTM palsu yang kemudian disalahgunakan. Tulisan ini mengkaji kebijakan penghapusan SKTM dalam PPDB tahun 2019 dan perlunya integrasi data kependudukan. Kebijakan penghapusan SKTM ini sebaiknya diikuti dengan persiapan yang matang terutama terkait data siswa-siswi yang akan mengikuti PPDB. Pemerintah sebaiknya segera melakukan integrasi data kependudukan agar lebih mudah dalam melakukan pendataan terutama bagi siswa-siswi yang tidak mampu dalam mengakses pendidikan. Selain itu, DPR melalui fungsi pengawasan perlu terus mendorong pemerintah terutama Kemendagri dalam membenahi data kependudukan dan Kemendikbud dalam pengambilan kebijakan pendidikan yang berorientasi pada kepentingan masyarakat. Hal ini dikarenakan pendidikan merupakan hak warga negara, dan kewajiban negara untuk menyediakan pendidikan tersebut.

Vol. XI / No. 1 - Januari 2019

Penulis: Trias Palupi Kurnianingrum, S.H., M.H.

Abstrak:
Indonesia saat ini belum memiliki regulasi yang komprehensif untuk menjerat Pekerja Seks Komersial (PSK) dan pengguna jasa prostitusi. Selama ini pemidanaan hanya diberikan untuk muncikari. Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji politik hukum terhadap tindak pidana prostitusi, baik mengenai implementasinya maupun pengaturan ke depan. Dari pembahasan dipahami bahwa banyak kelemahan di dalam aturan hukum yang secara tidak langsung tidak menimbulkan efek jera bagi PSK dan pengguna jasa prostitusi. Penindakan terhadap PSK dan pengguna jasa prostitusi dapat dilakukan melalui revisi RUU tentang Hukum Pidana yang sedang dibahas oleh DPR RI. Masuknya materi tersebut di dalam RUU tentang Hukum Pidana diharapkan dapat menindak, tidak hanya muncikari melainkan juga PSK dan pengguna jasa prostitusi.

Penulis: Prof.Dr. phil. Poltak Partogi Nainggolan, M.A.

Abstrak:
Prancis tengah dilanda demonstrasi masif berkepanjangan sejak pertengahan November 2018. Demonstrasi bermula dari keputusan Presiden Macron menaikkan pajak bahan bakar minyak (BBM) yang menyulut kemarahan rakyat Prancis, khususnya kalangan pekerja, pemuda, dan mahasiwa, yang mengancam prospek pemerintahan Macron. Kultur masyarakat Prancis yang revolusioner telah menimbulkan kekhawatiran Uni Eropa (UE) atas dampaknya bagi stabilitas kawasan. Kajian ini membahas demonstrasi dalam perspektif sejarah Prancis dan implikasi regional yang ditimbulkannya. Analisis menggunakan pendekatan international political economy, dengan menggunakan negara dan pemerintahan serta sikap dan respons individual pemimpin-pemimpin sebagai satuan analisis. Data dengan sumber dwi bahasa melengkapi analisis. Kajian ini memberi pelajaran bagi (pemimpin) Indonesia agar lebih hati-hati dalam membuat kebijakan dan mengambil keputusan yang berdampak pada rakyat.

Penulis: Dr. Dra. Hartini Retnaningsih, M.Si.

Abstrak:
Beberapa waktu terakhir, kerja sama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS Kesehatan) dan rumah sakit kurang harmonis. Keadaan ini dikhawatirkan akan mengganggu pelayanan kesehatan bagi peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional. Hal utama yang menjadi masalah adalah banyaknya rumah sakit mitra BPJS Kesehatan yang belum terakrteditasi dan adanya tunggakan pembayaran klaim rumah sakit yang dilakukan oleh BPJS Kesehatan. Tulisan ini mengkaji permasalahan akreditasi rumah sakit mitra BPJS Kesehatan dan tunggakan pembayaran klain rumah sakit. BPJS Kesehatan dan rumah sakit perlu memperbaiki kerja sama dalam rangka menyukseskan Program JKN. Masalah defisit keuangan BPJS Kesehatan harus diatasi, dan rumah sakit perlu melakukan akreditasi untuk menjamin pelayanan kesehatan yang terbaik bagi masyarakat. DPR RI perlu menjalankan fungsi pengawasan dan fungsi anggaran agar BPJS Kesehatan dan RS dapat meningkatkan kualitas kinerjanya, sehingga mereka dapat bekerja sama dan saling sinergi dalam menyukseskan Program JKN.

Penulis: Achmad Wirabrata, S.T., M.M.

Abstrak:
Pembangunan dan pengembangan sektor infrastruktur menjadi salah satu visi dan misi utama Pemerintahan Presiden Jokowi. Salah satunya melalui pembangunan jalan tol. Dengan potensinya yang sangat besar, keberhasilan mewujudkan jalan tol akan berdampak pada sektor lain yang mendukung aktivitas perekonomian daerah. Manfaat positif adanya jalan tol telah dirasakan oleh beberapa daerah, khususnya bagi daerah yang dilalui jalan tol, antara lain peningkatan kunjungan wisatawan, perdagangan, dan percepatan pembangunan. Kesiapan dan dukungan pemerintah daerah (pemda) dibutuhkan untuk menyiapkan potensi daerahnya. Oleh karena itu, pemerintah harus berupaya maksimal dan melakukannya secara terencana, sistematis, dan terukur agar pembangunan dan pengembangan jalan tol dapat terlaksana dengan baik. Peran DPR dalam melaksanakan fungsi pengawasan untuk memastikan ketersedian prasarana jalan sebagai dukungan terhadap efisiensi biaya transportasi serta mendorong pemda untuk meningkatkan potensinya sebagai daya saing.

Penulis: Aryojati Ardipandanto, S.IP.

Abstrak:
Menjelang pelaksanaan Pemilu 2019, beberapa daerah terkena bencana alam berupa gempa dan tsunami, seperti di Palu, Donggala, dan Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah. Hal ini tentu memberikan dampak bagi persiapan Pemilu 2019, terutama terkait perubahan DPT. Dalam hal ini, yang harus dilakukan KPU adalah secara berkelanjutan memutakhirkan DPT sehingga hak warga negara untuk memilih dalam pemilu tidak hilang karena kejadian bencana alam. Permasalahannya adalah apa saja yang harus segera dilakukan KPU untuk memutakhirkan DPT di daerah yang terkena bencana alam, agar prosesnya dapat menghasilkan DPT perbaikan hasil pemutakhiran yang akurat dan aktual. Hal yang harus dilakukan KPU antara lain cross check ulang DPTHP perbaikan ke-2, pencocokan dan penelitian (coklit), membentuk Pantarlih, menyelesaikan masalah e-KTP, dan mapping TPS. DPR RI perlu mengingatkan KPU agar DPT yang disusun selalu disinergikan dengan data dari Disdukcapil. DPR RI juga dapat mempertimbangkan menambahkan aturan khusus mengenai penundaan pelaksanaan pencoblosan suara di daerah yang terkena bencana alam

Vol. X / No. 24 - Desember 2018

Penulis: Prianter Jaya Hairi, S.H., LLM.

Abstrak:
Tindak pidana korupsi di sektor swasta dipandang sudah mendesak untuk segera diatur dalam peraturan perundang-undangan. Salah satu pertimbangan, karena tingginya kasus korupsi yang melibatkan pelaku di sektor swasta. Tulisan ini menganalisis urgensi pengaturan penanganan tindak pidana korupsi di sektor swasta. Diketahui bahwa terdapat beberapa faktor yang menjadi urgensi dari pengaturan penanganan tindak pidana korupsi di sektor swasta, di antaranya karena penanganan korupsi di sektor swasta dan legislasi tindak pidana suap di sektor swasta merupakan bagian dari rekomendasi terhadap negara pihak Konvensi PBB Antikorupsi (United Nation Convention Against Corruption) yang telah diratifikasi Indonesia sejak Tahun 2006. Selain itu, data KPK mengenai tingginya pelaku korupsi di sektor swasta menunjukkan, hukum pidana sudah saatnya menjangkau subjek hukum privat agar korupsi tidak semakin meluas dan sulit diberantas. Korupsi di sektor swasta tidak hanya merugikan perusahaan, namun juga merugikan negara dan pada akhirnya berdampak pada masyarakat.

Penulis: Drs. Simela Victor Muhammad, M.Si.

Abstrak:
Konfrontasi terbuka antara Rusia-Ukraina terancam muncul kembali pasca-penangkapan dan penahanan kapal dan pelaut Ukraina di Selat Kerch, di perairan Semenanjung Crimea. Sikap dan respons yang diperlihatkan AL Rusia dan Presiden Putin telah menimbulkan kekhawatiran dunia terhadap pecahnya konfrontasi militer baru antar-kedua negara.Perkembangan situasi regional yang terus mengalami eskalasi ketegangan ini tidak mudah diredam dan diatasi, sekalipun telah dibahas dalam pertemuan G-20 di Argentina.Sebab, masalah berakar dari sejarah hubungan kedua negara di bawah Uni Soviet, dengan peran kontrol bangsa Rusia yang dominan. Kian terisolasinya Rusia oleh ekspansi Uni Eropa dan terkepungnya negeri itu oleh sanksi internasional yang diarahkan kepada Putin dapat menjelaskan sikap responsif Rusia yang tampak agresif belakangan. Tulisan ini menganalisis, mengapa resolusi konflik sulit dicapai, dan bagaimana masyarakat internasional harus menyikapinya.

Penulis: Dinar Wahyuni, S.Sos., M.Si.

Abstrak:
Peringatan Hari Guru Nasional menjadi momentum untuk merefleksikan pencapaian penyelesaian persoalan guru. Persoalan guru akan semakin kompleks memasuki era Revolusi Industri 4.0, di mana guru harus mempunyai kompetensi dalam menghadapi perkembangan teknologi. Tulisan ini mengkaji upaya peningkatan kompetensi guru menuju era Revolusi Industri 4.0. Upaya peningkatan kompetensi guru dilakukan dengan perbaikan sistem rekrutmen guru, pola peningkatan kompetensi guru yang bersifat bottom up, pemberdayaan Kelompok Kegiatan Guru dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran untuk menciptakan suatu kolaborasi yang berorientasi pada pengembangan diri guru, dan optimalisasi program Peningkatan Keprofesian Berkelanjutan dan lesson study dengan dukungan e-literasi. DPR RI dalam menjalankan fungsi legislasi, dapat memberikan dukungan berupa komitmen untuk mempercepat penyusunan Rancangan Undang-Undang tentang Guru. Perlu perhatian khusus dalam merumuskan substansi mengenai kompetensi guru.

Penulis: Hariyadi, S.IP., MPP

Abstrak:
Arah pengembangan sektor kelistrikan EBT telah menunjukkan kinerja positif. Namun demikian, persoalan besarnya target pemerintah, Program 35 GW, dan pemenuhan komitmen internasional masih menjadi penghambat pengembangan sektor ini ke depan. Tulisan menganalisis apa saja yang perlu dilakukan pemerintah untuk mencapai target pengembangan sektor kelistrikan EBT. Oleh karena itu, politik pengembangan sektor kelistrikan EBT perlu lebih difokuskan pada hal-hal yang secara langsung dapat menopang kinerja sektor tersebut. Kemauan politik pemerintah untuk melaksanakan KEN dan penuntasan Program 35 GW adalah satu momentum penting yang harus dikelola. Selain itu, perlu kemauan politik untuk memenuhi komitmen penurunan emisi global pemerintah, sehingga semakin memperkuat aspek pendanaan, alih teknologi dan pengembangan kapasitas dalam pengembangan sektor kelistrikan bersumber EBT. Untuk menguatkan upaya ini, perlu pengawasan DPR RI untuk mengawal implementasi kebijakan pemerintah.

Penulis: Drs. Prayudi, M.Si.

Abstrak:
Paparan ajaran radikalisme saat ini dianggap mengkhawatirkan, karena tidak saja menerpa masyarakat, tetapi sudah masuk ke sentra tertentu pemerintahan. Kekhawatiran telah memantik gejala phobia rezim terhadap adanya ancaman bagi ideologi Pancasila di tengah demokratisasi pemerintahan. Tulisan ini menganalisis gejala kekhawatiran tersebut dan fakta-fakta kebijakan yang diambil rezim selama ini, melalui fokus analisis secara makro lintas kasus. Kesimpulannya, ada gejala kekhawatiran rezim atas ancaman ideologi Pancasila dari bias pemanfaatan nilai kebebasan dalam demokratisasi pemerintahan. Kemampuan menerjemahkan nilai-nilai instrumental Pancasila sebagai dasar negara perlu semakin diperkuat, melalui langkah demokratisasi yang lebih substantif, kebijakan setingkat undang-undang bagi kelembagaan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) dan revisi Undang- Undang tentang Organisasi Kemasyarakatan yang kondusif.

Vol. X / No. 24 - Desember 2018

Penulis:

Abstrak:


Vol. X / No. 23 - Desember 2018

Penulis: Monika Suhayati, S.H., M.H.

Abstrak:
Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2018 mengatur perizinan berusaha terintegrasi secara elektronik atau Online Single Submission (OSS). Dalam pelaksanaannya sistem tersebut masih menemui beberapa kendala. Tulisan ini bertujuan menganalisis kewenangan penerbitan perizinan berusaha dan permasalahan dalam pelaksanaannya. Penerbitan perizinan berusaha dalam Lampiran PP No. 24/2018 wajib dilakukan melalui Lembaga OSS untuk dan atas nama menteri, pimpinan lembaga, gubernur, atau bupati/walikota. Hal ini tidak menghilangkan kewenangan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengoordinasikan dan melaksanakan Perizinan Terpadu Satu Pintu (PTSP). Permasalahan lainnya yaitu PP No. 24/2018 tidak mengatur masa transisi pemberlakuannya, sistem OSS belum siap, belum semua Norma, Standar, Prosedur dan Kriteria (NSPK) dari Kementerian/Lembaga (K/L) dan Pemerintah Daerah sesuai dengan PP No. 24/2018, serta tidak ada penetapan oleh pejabat yang berwenang. Dalam hal ini Komisi VI DPR RI perlu meminta penjelasan dari pemerintah terkait permasalahan tersebut dan meminta pemerintah untuk melakukan revisi atas PP No. 24/2018.

Penulis: Lisbet, S.Ip., M.Si.

Abstrak:
KTT G-20 tahun ini merupakan KTT ke-10 dan diselenggarakan di Buenos Aires, Argentina pada tanggal 30 November 2018-1 Desember 2018. Pada KTT ini, ada banyak hal yang menjadi pembahasan para kepala negara. Meskipun demikian, tulisan ini hanya akan menganalisa mengenai isu perang dagang Amerika Serikat dan China serta kasus pembunuhan wartawan senior The Washington Post Jamal Khasoggi yang menjadi perhatian khusus para kepala negara pada saat KTT G-20. Selain itu, tulisan ini juga membahas bagaimana peran Indonesia dalam memperkuat multilateralisme pada KTT tersebut. Indonesia telah berperan aktif untuk mengingatkan anggota G-20 lainnya agar menekankan pentingnya penguatan kerja sama multilateralisme. Penguatan multilateralisme sangat penting terutama dalam mengatasi persoalan bilateral di antara negara-negara anggota G-20 itu sendiri.

Penulis: Sri Nurhayati Qodriyatun, S.Sos., M.Si.

Abstrak:
Sampah plastik telah mengancam keberlanjutan pariwisata di Indonesia. Upaya pengurangan sampah plastik dengan penerapan kantong plastik berbayar tidak efektif untuk mengatasi sampah di destinasi wisata. Tulisan ini akan mengkaji tentang bahaya sampah plastik dan dampaknya bagi pariwisata, kebijakan pemerintah dalam pengelolaan sampah plastik dan upaya yang dilakukan untuk mengatasi dampak sampah plastik di destinasi wisata. Sampah plastik telah berdampak terhadap menurunnya kunjungan wisata. Sementara itu, upaya pemerintah mengurangi sampah plastik dengan penerapan kantong plastik berbayar belum menjadi solusi untuk mengatasi permasalahan sampah plastik di destinasi wisata. DPR perlu mendorong pemerintah untuk mengeluarkan kebijakan pengurangan penggunaan plastik di daerah destinasi wisata. DPR juga perlu mendorong pemerintah untuk segera menyusun Peraturan Pemerintah tentang Extended Producer Responsibility (EPR) yang merupakan amanat Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah. Selain itu, DPR juga perlu mendorong pemerintah untuk mengeluarkan kebijakan larangan penggunaan kantong plastik.

Penulis: Sahat Aditua Fandhitya Silalahi, S.T., Mba

Abstrak:
Pemerintah telah menunda implementasi kebijakan untuk mengeluarkan 54 bidang usaha dari daftar negatif investasi (DNI) karena memperoleh penolakan dari banyak pihak. Penolakan terbesar terkait dengan risiko penguasaan asing terhadap usaha kecil dan menengah lokal. Di sisi lain kebijakan relaksasi akan mendorong peningkatan arus modal asing yang dapat memperkuat cadangan devisa dan mengurangi defisit neraca perdagangan. Tulisan ini akan membahas antisipasi dampak dari relaksasi DNI apabila nantinya pemerintah mengimplementasikan kebijakan tersebut. Dalam hal pemanfaatan peningkatan arus modal asing, pemerintah harus mendorong pemanfaatan modal hingga menyentuh sektor riil. Pemerintah juga harus mendorong pendalaman pasar keuangan untuk memimalisasi risiko penarikan modal secara mendadak. Dalam hal pelindungan UKM, pemerintah harus memastikan proses alih teknologi, alih kompetensi, alih kepemilikan infrastruktur produksi, dan prioritas peruntukan rantai nilai kepada pelaku usaha dalam negeri.

Penulis: Dewi Sendhikasari Dharmaningtias, S.Ip., Mpa

Abstrak:
Penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) kembali dibuka tahun 2018. Proses penerimaan CPNS tahun 2018 dimulai dari proses pendaftaran, seleksi administrasi, seleksi kompetensi dasar (SKD), dan seleksi kompetensi bidang (SKB). Namun masalah muncul ketika banyak peserta SKD yang tidak lolos karena tidak dapat memenuhi nilai ambang batas. Tulisan ini ingin mengkaji bagaimana nilai ambang batas diberlakukan dalam penerimaan CPNS pada tahun 2018. Nilai ambang batas pada SKD adalah nilai minimal yang harus dipenuhi oleh setiap peserta seleksi CPNS. Untuk mengatasi masalah tersebut, Kementerian PAN-RB menerapkan sistem ranking sebagai alternatif kriteria kelulusan SKD peserta seleksi CPNS. Dengan sistem tersebut, diharapkan dapat mengatasi permasalahan akibat tidak terpenuhinya nilai ambang batas dalam SKD CPNS 2018. Hal ini dapat menjadi evaluasi bagi Pemerintah untuk memperbaiki sistem penerimaan CPNS yang akan datang. DPR RI melalui fungsi legislasi dapat mendorong revisi UU ASN dan melalui fungsi pengawasan dapat mendorong pemerintah untuk memperbaiki sistem penerimaan CPNS.

Vol. X / No. 22 - November 2018

Penulis: Luthvi Febryka Nola, S.H., M.Kn.

Abstrak:
Besarnya pendapatan peserta pemagangan Jepang membuat masyarakat banyak yang tertarik. Namun dibalik banyaknya kisah sukses para peserta magang ada permasalahan terkait pelindungan hukum bagi peserta magang. Tulisan ini membahas urgensi pelindungan bagi peserta pemagangan. Urgensi pelindungan bagi peserta pemagangan diperlukan karena terdapat kelemahan aturan dalam UU Ketenagakerjaan dan Permen Pemagangan. Akibatnya terjadi beberapa permasalahan terkait proses pra penempatan berupa ketidakjelasan biaya penempatan dan lamanya proses penempatan. Selain itu juga terdapat permasalahan pasca penempatan berupa penempatan kembali peserta pemagangan untuk program yang sama. Dari sisi legislasi, DPR RI perlu mengusulkan penambahan aturan pembiayaan pemagangan dalam UU Ketenagakerjaan. Sedangkan dari sisi pengawasan, DPR RI perlu merekomendasikan kepada pemerintah agar menyesuaikan Permen Pemagangan dengan aturan UU Ketenagakerjaan dan meningkatkan pengawasan pada penyelenggara pemagangan.

Penulis: Dr. Drs. Humphry Wangke, M.Si.

Abstrak:
Walau Rusia tetap merupakan satu-satunya musuh dengan kemampuan militer yang setara, namun perubahan besar dalam keseimbangan kekuatan global dengan tampilnya China sebagai negara nuklir utama dunia, telah membuat Amerika Serikat (AS) tidak dapat lagi memperkirakan komposisi persenjataannya semata-mata atas dasar persaingan dengan Rusia. Untuk mempertahankan keunggulan militernya di kawasan Pasifik, Presiden AS Donald Trump akan mengakhiri Perjanjian INF yang ditandatangani tahun 1987 oleh AS dan Uni Soviet. Walau penarikan diri dari perjanjian INF telah menyebabkan banyak kekhawatiran bagi sejumlah pemimpin di Eropa, dan pasti akan menyebabkan baik AS maupun Rusia mengerahkan sejumlah amunisi canggih baru ke benua tersebut, namun sekutu AS di Asia ingin melihat keseimbangan kekuasaan yang didominasi AS di kawasan itu. Caranya adalah AS harus mengerahkan kekuatan militernya untuk mengimbangi kekuatan China yang tumbuh pesat berkat kemajuan ekonominya. Pilihan yang dapat dilakukan AS sebenarnya bukan hanya meninggalkan perjanjian itu, tetapi juga sebaliknya, dengan mengajak China untuk menandatangani perjanjian tersebut.

Penulis: Yulia Indahri, S.Pd., M.A.

Abstrak:
Di penghujung tahun 2018, Indonesia mewaspadai banjir dan tanah longsor sebagai dampak dari tingginya curah hujan. Kejadian di beberapa daerah di Indonesia yang diangkat media massa memperlihatkan bahwa pemerintah daerah telah melakukan persiapan prabencana. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi Indonesia akan mengalami curah hujan dengan intensitas sedang hingga menengah tinggi. Kondisi ini tidak berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, karena Indonesia memang berada di wilayah yang sensitif terhadap kondisi alam. Sudah saatnya kembali diingatkan agar penanggulangan bencana hidrometeorologi tidak hanya ditangani oleh pemerintah, tetapi juga secara khusus melibatkan partisipasi masyarakat. Keterlibatan masyarakat merupakan faktor penting yang harus dimulai sejak tahap prabencana. DPR RI perlu melakukan pengawasan dan memastikan bahwa dukungan anggaran dan pelaksanaan kebijakan pemerintah di bidang penanggulangan bencana berjalan sesuai pedoman dan aturan yang berlaku.

Penulis: Mandala Harefa, S.E., M.Si.

Abstrak:
Defisit anggaran dalam APBN memiliki tantangan dari berbagai varibel. Tantangan pembiayaan defisit anggaran di Indonesia dari waktu ke waktu sangat berbeda sesuai kondisi perekonomian nasional dan global. Setiap negara memiliki cara yang berbeda untuk menyelesaikan permasalahan kebijakan pembiayaan defisit yang dilakukan. Tulisan ini membahas bagaimana tantangan Defisit Anggaran di Indonesia, bagaimana sumber-sumber dalam pembiayaan defisit mampu memberikan kontribusi positif terhadap perekonomian. Dalam menjaga defist APBN 2019 tantangan tidak saja dari kondisi perekonomian dalam negeri yang berpengaruh terhadap penerimaan dari sektor pajak. Pemerintah harus menjaga faktor-faktor utang luar negeri, fluktuasi nilai tukar, impor barang serta ekonomi global yang akan berdampak terhadap defisit. Terutama Bila defisit APBN 2019 direncanakan sebesar Rp297.163,3 miliar atau 1,84% terhadap PDB. DPR RI perlu terus mengawal melalui pengawasn dalam realisasi APBN 2019, terutama dari sisi pengeluaran.

Penulis: Aryojati Ardipandanto, S.IP.

Abstrak:
Sejak Kampanye Pilpres 2019 dimulai pada tanggal 23 September 2018, Bawaslu telah menerima beberapa laporan dugaan pelanggaran Kampanye yang dilakukan baik oleh pihak Pasangan Jokowi-Ma’ruf maupun Pasangan Prabowo-Sandiaga. Tulisan ini hendak memberikan analisa terkait dugaan pelanggaran Kampanye Pilpres oleh kedua Pasangan Calon tersebut, dan memberikan solusi agar hal-hal yang diduga sebagai pelanggaran tersebut dapat dicegah untuk tidak terus berlanjut pada masa Kampanye Pilpres 2019. DPR RI dapat mendorong KPU untuk mengintensifkan sosialisasi kepada Peserta Pilpres agar lebih memperhatikan aturan Kampanye berdasarkan UU Pemilu, serta memberikan arahan, himbauan, atau bahkan peringatan kepada para Peserta Pilpres agar tidak melakukan pidato-pidato atau ujaran-ujaran yang berpotensi ditafsirkan sebagai muatan yang bersifat SARA. DPR RI juga dapat mendorong Bawaslu untuk menindaklanjuti dugaan pelanggaran Kampanye Pilpres 2019 dengan cepat dan tegas. Selain itu, DPR RI dan KPU juga perlu mendorong masyarakat agar berpartisipasi aktif mengawasi Kampanye Pilpres 2019.

Vol. X / No. 21 - November 2018

Penulis: Denico Doly, S.H., M.Kn.

Abstrak:
Kecelakaan pesawat Lion Air Jt 610 menjadi perhatian besar bagi masyarakat Indonesia. Keberadaan maskapai penerbangan Low Cost Carier (LCC) saat ini menjamur di Indonesia dan seringkali menimbulkan permasalahan dalam hal pelayanan dan keselamatan penerbangan. UU No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen sudah memberikan hak kepada konsumen terhadap keselamatan dan keamanan dalam penggunaan jasa. Akan tetapi seringkali maskapai penerbangan LCC tidak mengindahkan hak konsumen, hal ini dapat dilihat dari berbagai kasus seperti: kecelakaan, hilangnya barang penumpang, dan keterlambatan penerbangan. Tulisan ini membahas mengenai pelindungan konsumen terhadap pengguna jasa penerbangan. Setiap penyedia jasa penerbangan wajib melindungi hak konsumen, oleh karena itu, apabila terdapat kerugian yang diderita oleh konsumen, maka pihak maskapai penerbangan wajib untuk mengganti kerugian tersebut. Jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 mewajibkan Lion Air untuk melakukan ganti rugi kepada korban dan keluarga korban. DPR RI perlu melakukan pengawasan dengan meminta Kementerian Perhubungan untuk melakukan audit kepada seluruh maskapai penerbangan.

Penulis: Dra. Adirini Pujayanti, M.Si.

Abstrak:
Tewasnya Jamal Khashoggi, seorang jurnalis oposisi pemerintah Arab Saudi, menjadi perhatian internasional. Kecaman dari banyak pihak pun segera bermunculan dan menyebabkan posisi Pemerintahan Raja Salman di Arab Saudi terpojok secara politik di dunia internasional. Kondisi tersebut mengganggu proses pembangunan dan terlaksananya Visi Saudi 2030, yang diharapkan Arab Saudi akan menjadikan negaranya lebih maju dan moderat. Berbagai upaya dilakukan Arab Saudi untuk memperbaiki reputasinya di dunia internasional. Kasus tewasnya Khashoggi berpengaruh pada konstelasi politik di Timur Tengah dan kondisi politik ekonomi negara-negara mitra Arab Saudi, termasuk Indonesia. Tewasnya Khashoggi juga berpengaruh pada perhatian dunia terhadap kebebasan pers. Polemik paska-tewasnya Khashoggi berimplikasi pada hubungan luar negeri Arab Saudi. Dalam situasi tersebut, upaya soft diplomacy Indonesia terhadap Arab Saudi merupakan langkah tepat tanpa merugikan kepentingan nasional.

Penulis: Rahmi Yuningsih, S.K.M., M.K.M.

Abstrak:
Papua Nugini kembali mengalami wabah penyakit polio pada Juni 2018. Hingga Oktober 2018, penderita polio di negara tersebut semakin bertambah hingga 18 orang yang tersebar di tujuh provinsi. Atas kejadian tersebut, WHO menetapkan status Kejadian Kesehatan Masyarakat yang Meresahkan Dunia (KKMMD) dan mengeluarkan rekomendasi sesuai International Health Regulation 2005. Sebagai negara yang berbatasan dengan Papua Nugini dan sebagai bagian dari masyarakat dunia yang berkewajiban melakukan cegah tangkal terhadap KKMMD, Indonesia perlu waspada terhadap penularan wabah tersebut. Tulisan ini mengkaji upaya pencegahan penularan wabah penyakit polio berdasarkan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan. Upaya pencegahan penularan wabah penyakit polio dapat dilakukan melalui vaksinasi, penguatan karantina kesehatan di pintu masuk negara, optimalisasi surveilans epidemiologi serta promosi kesehatan untuk hidup bersih dan sehat. DPR dapat melakukan pengawasan pada pelaksanaan UU Kekarantinaan Kesehatan.

Penulis: Drs. Juli Panglima Saragih. M.M.

Abstrak:
Abstrak Sektor industri manufaktur masih mendominasi ekspor nasional di luar minyak dan gas bumi (non-migas) nasional dan menjadi penopang utama dalam perekonomian Indonesia. Oleh karena itu, industri manufaktur harus terus dikembangkan sesuai dengan potensi sumber daya yang dimiliki baik sumber daya alam (SDA) maupun sumber daya manusia (SDM). Di sisi lain, pertumbuhan impor barang untuk kebutuhan industri manufaktur dalam negeri tidak bisa dihindari. Sehingga hal ini akan mempengaruhi kinerja ekspor-impor non-migas. Pemerintah perlu terus menggenjot ekspor non-migas di masa mendatang, baik melalui skema perjanjian kerja sama perdagangan bilateral (bilateral free trade agreement) dalam konteks kerja sama regional seperti CEPA. Upaya lain adalah mencari pasar-pasar baru tujuan ekspor non-migas seperti Afrika, Amerika Tengah, dan Eropa Timur agar target pertumbuhan ekspor non-migas sebesar 11% tahun 2018 dapat diraih.

Penulis: Handrini Ardiyanti, S.Sos., M.Si.

Abstrak:
Komunikasi empatik mutlak dilakukan pihak maskapai kepada keluarga korban pasca terjadinya musibah penerbangan. Sayangnya dalam musibah penerbangan pesawat Lion Air PK-LQP, pihak maskapai dinilai kurang serius dalam melakukan komunikasi empatik kepada keluarga korban. Selain itu, berdasarkan pengamatan penulis, maskapai juga kurang memaksimalkan pemanfaatan media sosial dalam upaya melakukan komunikasi empatik kepada keluarga korban. Tulisan ini ingin menguraikan tentang pemahaman komunikasi empatik dan bagaimana komunikasi empatik tersebut dilaksanakan pada musibah penerbangan pesawat Lion Air PK LQP. Untuk itu, penulis memberikan rekomendasi kepada Komisi V DPR RI guna mendorong Direktorat Jenderal Perhubungan Udara untuk mengeluarkan peraturan sesuai dengan pedoman yang dikeluarkan International Air Transport Association (IATA) dan berbagai peraturan di ICAO (International Civil Aviation Organization) terkait dengan komunikasi pada masa krisis khususnya berkaitan dengan terlaksananya komunikasi empatik kepada keluarga korban.

Vol. X / No. 20 - Oktober 2018

Penulis: Dian Cahyaningrum, S.H.. M.H.

Abstrak:
Upaya pemerintah untuk menegakkan hukum kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendapat tantangan. Ahli yang diajukan pemerintah untuk memberikan keterangan di pengadilan acapkali mendapat gugatan dari terdakwa. Tulisan ini mengkaji peran ahli dalam pemeriksaan perkara di pengadilan dan pelindungan hukum terhadap ahli yang memberikan keterangan di pengadilan. Dalam proses pembuktian perkara karhutla di pengadilan, ahli memiliki peran yang sangat penting. Keterangan ahli dibutuhkan untuk memperjelas perkara karhutla berdasarkan keahlian yang dimilikinya, sehingga hakim yakin dan dapat mengambil keputusan secara tepat. Namun belum ada pelindungan hukum yang kuat bagi ahli dalam memberikan keterangan di pengadilan. Oleh karena itu penting untuk segera membentuk UU yang memberikan pelindungan hukum yang jelas dan tegas kepada ahli. Sehubungan dengan hal ini, DPR dapat menjalankan perannya untuk menginisiasi dan mendorong terbentuknya UU pelindungan ahli. Selain itu juga penting untuk memberikan bantuan hukum dan pendampingan terhadap ahli yang menghadapi gugatan.

Penulis: Rizki Roza, S.Ip., M.Si.

Abstrak:
Insiden pembajakan dan penculikan kembali terjadi di perairan Laut Sulu- Sulawesi. Insiden terjadi setelah lebih dari setahun tidak terjadi serangan bajak laut di kawasan ini. Tidak seperti Selat Malaka, Laut Sulu-Sulawesi sebelumnya tidak banyak mendapat perhatian masyarakat internasional. Aksi bajak laut yang terjadi sepanjang tahun 2016 telah menempatkan perairan ini sebagai jalur pelayaran yang harus dihindari. Ketika di seluruh dunia serangan bajak laut mengalami penurunan signifikan sebagai hasil dari berbagai kerja sama antarnegara, Laut Sulu-Sulawesi justru tumbuh sebagai perairan yang paling berbahaya akibat banyaknya korban penculikan dan bahkan kematian. Bagi Indonesia, Laut Sulu-Sulawesi merupakan bagian penting dari jalur pelayaran ekspor/impor menuju Asia Timur dan Pasifik. Keamanan Laut Sulu-Sulawesi semakin berarti bagi Indonesia seiring meningkatnya kegiatan ekspor/impor dari Kawasan Timur Indonesia. Oleh karena itu, insiden yang baru saja terjadi semestinya menjadi peringatan keras bagi Indonesia. DPR perlu mendorong pemerintah untuk mengevaluasi upaya-upaya yang sudah dilakukan untuk mengamankan kawasan tersebut.

Penulis: Fieka Nurul Arifa, M.Pd.

Abstrak:
Mitigasi bencana harus segera diwujudkan mengingat wilayah Indonesia rawan terhadap berbagai ancaman bencana yang bisa terjadi kapan saja. Banyaknya korban jiwa menunjukkan bahwa mitigasi masih lemah. Tulisan ini menjelaskan mengenai mitigasi bencana pada pendidikan formal. Mitigasi bencana salah satunya dilaksanakan untuk meningkatkan kapasitas pengetahuan, keterampilan, dan sikap tanggap dalam upaya mengurangi risiko bencana. Mitigasi bencana pada pendidikan formal dapat dilaksanakan pada kegiatan intrakurikuler maupun ekstrakurikuler. Materi mitigasi meliputi edukasi kebencanaan serta simulasi tanggap bencana. Dalam pelaksanaanya, saat ini masih mengalami berbagai permasalahan dan hambatan baik dari segi kurikulum, peran lembaga, SDM, maupun sarana dan prasarana. Dibutuhkan kerja sama seluruh elemen masyarakat dan sektor negara untuk mendukung implementasi mitigasi bencana pada pendidikan. DPR RI memiliki peran penting baik dalam hal legislasi maupun pengawasan yakni menjembatani koordinasi berbagai lembaga terkait kebijakan penyelenggaraan mitigasi bencana melalui pendidikan formal serta melakukan pengawasan agar pelaksanaan mitigasi bencana pada pendidikan formal dapat terselenggara secara berkesinambungan.

Penulis: Lisnawati, S.Si., M.S.E.

Abstrak:
Bencana alam menimbulkan korban jiwa, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dan dampak psikologis. Bencana alam yang berskala besar dapat mengakibatkan nilai kerugian ekonomi yang sangat besar. Manajemen bencana holistik dalam menangani setiap bencana perlu dilakukan oleh pemerintah dan diperbaiki dari waktu ke waktu. Informasi yang tepat tentang kondisi daerah rawan bencana dapat meminimalisir dampak langsung dari bencana. Asuransi bencana dapat meringankan beban pemerintah terhadap kerusakan barang milik Negara. Pemulihan ekonomi pascabencana seperti penanganan infrastruktur kesehatan, kegiatan ekonomi rakyat seperti pasar, kerja sama dengan perbankan dan pegadaian diharapkan dapat segera meningkatkan perekonomian pascabencana. Monitoring implementasi, pencatatan, administrasi juga sangat penting dilakukan agar tidak terjadi penyelewengan dana bencana. Komisi VIII DPR RI perlu segera menganggarkan pengumpulan data bencana dan premi barang milik Negara dalam pembahasan APBN 2019, sehingga pemerintah ke depan tidak terlalu terbebani atas kerusakan barang milik Negara, sehingga pemerintah dapat fokus memperbaiki ekonomi pascabencana.

Penulis: Dr. Riris Katharina, S.Sos., M.Si.

Abstrak:
Menjelang Pemilu 2019 penggunaan berita bohong (hoax) semakin meningkat. Apabila dibiarkan, dapat mengancam kualitas demokrasi Indonesia, bahkan disintegrasi bangsa. Pemerintah tidak boleh tinggal diam. Berbagai upaya dilakukan pemerintah, terutama menggalakkan berbagai upaya yang diarahkan pada peningkatan peran e-government. Berbagai aplikasi diluncurkan oleh pemerintah untuk menangkal hoax, termasuk membangun big data yang menghimpun seluruh data dan informasi yang ada di seluruh kementerian/lembaga. Di DPR, upaya menangkal hoax juga dilakukan dengan mendorong parlemen modern melalui berbagai aplikasi, termasuk DPR Now yang dapat diakses oleh publik. Tulisan ini mengkritisi pemerintah yang dinilai lebih fokus pada pembentukan pemerintahan digital, tanpa memperbaiki literasi digital publik. Tulisan ini merekomendasikan agar pemerintah juga memberikan perhatian terhadap terbentuknya e-citizen agar tujuan e-government dalam menangkal hoax tercapai.

← Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Selanjutnya →